Mensejahterakan Desa dan Pesisi Melalui Industri Aquaculture

Jakarta – Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki garis pantai 54,716 Km, kedua terpanjang di dunia setelah Kanada. Namun tidak seperti Kanada, Indonesia dikaruniai kelebihan lain yakni iklim tropis yang bersahabat dengan temperatur relatif stabil sepanjang tahun dan bebas typhon, sehingga menjadikan Indonesia kaya dengan sumberdaya alam hayati dan menjadi lokasi paling ideal di dunia bagi berbagai usaha Aquaculturel budidaya perikanan. Karunia ini belum pernah digarap dan dilirik secara serius. KKP terkesan lebih banyak berkutat pada perikanan tangkap dibanding Aquaculture.

Disisi lain penumbuhan penduduk dunia membutuhkan peningkatan produksi pangan. Pada tahun 2050. saat jumlah panduduk dunia 10 Milyar, butuh kenaikan pangan sebesar 70%. Mamalia darat, seperti sapi membutuhkan banyak air dan lahan yang luas untuk berproduksi. lkan menawarkan rasio konversi yang jauh lebih etisien. Perbandingan ukuran FCR (food conversion ratio) menunjukkan keunggulan lkan; Sapi FCRz4-10, Ayam FCR 22.2, lkan FCR 1.1 sebagai sumber gizi dan protein paling efisien, sena mengandung pula Omega-3.

Melihat lebih jauh pada sektor perikanan, sejak tahun 1960 konsumsi per-kapita protein dari Iaut telah meningkat dua kali lipat, namun data FAO menunjukkan hasil Iaut dari perikanan tangkap relatif stagnan sejak tahun 1985-an dan cenderung menurun terus sejak tahun 2014 terutama akibat over-fishing. Sementara produksi dari sektor Aquaculture trendnya terus naik 8% per tahun.

Norwegia dengan salmon-nya menjadi salah satu contoh negara yang secara jeli melihat potensi perikanan serta menjadi negara exportir terbesar kedua seafood. dengan nilai ekspor lebih dati 10 milyar dollar ke 146 negara. Indonesia sangat berpotensi melampaui Norwegia dengan spesies unggulan jauh lebih banyak. Peluang market produk seafood di tahun 2024 diperkirakan sebesar 240 juta ton. dengan 160 juta ton merupakan hasil Aquaculture. Indonesia berpeluang memasok 60 juta ton-nya dari aquaculture, dengan estimasi nilai pasar sebesar 240 milyar dollar. Nilai ini setara 11 kali nilai ekspor komoditas CPO tahun 2018. Selain itu sektor Aquaculture Indonesia berpotensi menyediakan Iapangan kerja langsung bagi 30 juta keluarga. Belum termasuk peluang pekerjaan pada industri hilir berbasis Aquaculture.

Aquaculture akan menjadi solusi dari empat masalah dasar bangsa yaitu Kemiskinan dan pengangguran karena keahliannya mudah dikuasai; Urbanisasi. daerah pesisir dan rural akan menjadi pusat perkembangan ekonomi; Produksi protein terbaik yang terjangkau; dan Bertambahnya sumber devisa negara selain dari CPO dan Migas.

Apabila Prabowo-Sandi diberi mandat memimpin Indonesia, maka rencana besar Aquaculture akan jadi sektor unggulan yang dalam 5 tahun dapat menyerap 15 juta tenaga kerja sehingga masyarakat nelayan, pesisir dan rural yang selama ini terpinggirkan menjadi sejahtera. (Yon)