Pembukaan Pameran Indo AGRI Expo 2019

JAKARTA–Untuk kedua kalinya, PT Kristamedia Pratama kembali menggelar pameran Indo AGRI Expo yang berlangsung pada tanggal 28-30 Maret 2019 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat. Pameran industri pertanian, perkebunan, holtikultura dan florikultura ini menampilkan berbagai merek internasional seperti Crown, ISEKI, STHIL, SATAKE, ARGOS, AGREX, WAW, dan merek mesin teknologi baru di bidang pertanian lainnya.

Daud Darma Salim, Chief Executive Officer PT Kristamedia Pratama mengatakan, pameran Indo AGRI kali ini diikuti sebanyak 56 perusahaan dari berbagai negara dan kota-kota besar di Indonesia. Ia menilai, Indonesia yang luas dan memiliki jumlah penduduk Indonesia yang besar sangat berpotensi khususnya di bidang pertanian sehingga diperlukan teknologi pertanian untuk memaksimalkan produk pertanian.

“Saya percaya pameran ini ke depan akan jauh berhasil dan diikuti oleh peserta lebih banyak lagi. Kita harapkan pameran ini memberikan manfaat positif dan memberikan wadah untuk saling mengembangkan di bidang pertanian,” ujar Daud, Kamis (28/3/2019) usai membuka pameran.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Pakan Ternak Kementan, Ir. Sri Widayati MMA juga mengatakan bahwa Indonesia dengan jumlah penduduk besar ini memicu pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan konsumsi penduduk. Hal ini menjadi tantangan bagi Indonesia untuk mencukupi kebutuhannya.

“Dengan melihat fakta bahwa kebutuhan pangan menjadi prioritas, maka dukungan seluruh stakeholder dalam penyediaan protein hewan sangat diharapkan. Melalui event ini, pelaku usaha di bidang peternakan diharapkan dapat berkontribusi,” ungkapnya.

Sementara itu, Deputi II Kemenko Perekonomian, Jafi Alzagladi menilai, adanya event seperti ini merupakan momentum untuk menyamakan persepsi tentang pembangunan pertanian dimana telah disadari bersama bahwa Indonesia merupakan pasar terbesar.

“Tantangan ke depan perlu ada persepsi bersama dalam mengelola sumber daya yang berdaya saing. Selain itu, basis kita perlu dibangun kemitraan yang saling menguntungkan untuk penguatan perekonomian. Pemerintah juga berharap para stakeholder dapat memberikan terobosan dan masukan bagi pemerintah untuk Indonesia yang lebih mandiri,” pungkasnya.