Kabupaten Banggai Menerima Penghargaan Sahabat Ramah Anak

Jakarta— Dalam komitmen melarang iklan rokok menuju kota layak anak untuk pertama kalinya, Yayasan Lentera Anak memberikan penghargaan ‘Sahabat Ramah Anak” kepada  4 Pimpinan Daerah, yang memiliki komitmen melindungi anak dari zat adiktif rokok melalui kebijakannya.

Anang Ottoluwa, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai mengatakan, kami salah satu kabupaten yang dianggab peduli terhadap anak, dan melindungi anak – anak dari pada asap (rokok), iklan atau promosi rokok.

“Tahun depan kita akan bebas dari pendapatan daerah yang terkait dengan yang bersumber dari cukai dan iklan rokok. Dan nantinya pemda mengektifkan pendapatan lain,” ujar Anang Ottoluwa, saat ditemui awak media usai menerima penghargaan ‘Sahabat Ramah Anak”, di Jakarta, Selasa (22/01/2019).

“Saat ini potensi Pendapatan asli daerah (PAD) dari rokok mulai berkurang. Kita berharap kedepan bisa diganti dengan sumber sumber lain. Kita ada tiga perusahaan gas untuk menambah pendapatan daerah,” ungkap Anang Ottoluwa.

Berdasarkan hasil penelusuran Lentera Anak hingga tahun 2018, baru 43% Kota/Kabupaten yang telah memiliki peraturan terkait KTR dan saat ini baru 10 dari 516 Kabupaten/Kota yang telah memiliki peraturan pelarangan iklan, promosi dan sponsors rokok (Kemenkes, 2018).

Sementara itu, ada 389 kabupaten/kota yang berkomitmen meniadi kota layak anak namun, hanya 103 kota yang memiliki peraturan terkait KTR dan hanya 10 kabupaten/kota yang memiliki pelarangan.

Padahal untuk menjadi Kabupaten/Kota Layak Anak, salah satu indikator yang harus dipenuhi adalah tidak boleh ada iklan, promosi dan sponsor rokok dan harus ada Perda KTR untuk melindungi anak-anak dari target pemasaran industri rokok dan paparan asap rokok.