Ana Tenun Ikat NTT Kenalkan Koleksi Terbaru di Taman Sari Batik Festival 2018

Jakarta- Hasil kerajin tenun ikat Nusa Tenggara Timur ( NTT) mulai semakin dikenal tidak hanya kelenturannya, tapi ringan dan dapat dibuat menjadi pakaian.Tenun NTT yang merupakan aset budaya luar biasa ini memiliki beragam motif. Kali ini kenalkan oleh galeri Ana Tenun Ikat NTT di Taman Sari Batik Festival 2018, mulai dari tanggal 31 Oktober – 4 November 2018.

“Kain tenunnya sama, tapi desainnya memiliki ciri khas yang berbeda beda (setiap pengrajin), itulah keunikannya tenunan,” ujar Franky M, pemilik galeri Ana Tenun Ikat NTT saat di temui awak media di Graha Manggala Siliwangi, Bandung , Jawa Barat , Jumat (02/10/2018).

Beliau menambahkan dalam event ini koleksi eksklusif yang diperkenalkan adalah Lawu Pahudu (sarung songket untuk wanita), yang dibuat kampung Malaika Maru, NTT.

“Kita tunjukkan tenun Sumba Timur  ini agar lebih dikenal lokal maupun diluar , kita ingin kedepannya ingin kolaborasi dengan artis dan desainer tapi sampai saat ini belum ” tutur Franky.

“Saat ini masyarakat di Bandung sudah memiliki antusias yang tinggi untuk membeli kain tenun yang tersedia disini karena kain kain yang dibawa adalah kain dari pengrajin yang berbeda dan masing-masing mempunyai keunikan yang khusus, kerajinan para pengrajin ini semua koleksinya berbeda karena disinilah letak keunikannya,” ungkapnya.

Sebagai informasi tambahan warna kain tenun ikat dihasilkan dari pewarnaan kain, baik dengan bahan alam (mengkudu atau nila) maupun bahan kimia. Warna kain tenun sulam dihasilkan dari proses penyulaman benang beraneka warna. Hal inilah salah satu yang membuat harga selembar kain tenun ikat NTT sangat premium.