Priyadi (Chairman IITCF) : Penyelenggara Travel Muslim Jangan Fokus Paket Umrah dan Haji ,Garap Juga Paket Wisata Muslim

Journaljakarta.com ,Jakarta  –Selama ini, travel Muslim hanya fokus untuk menggarap paket haji dan umrah. Kalau pun ada yang menggarap wisata Muslim, menurutnya, biasanya hanya sebatas wisata di negara-negara Timur Tengah. Misalnya, paket umrah yang juga menyertakan tour ke Turki.

Hal ini disampaikan oleh Priyadi Abadi (Chairman IITCF) dalam acara buka bersama Islami Travel Comunication Forum ( IITCF) dengan jurnalis bertempat di Muamalat Tower Lt.19
Jl. Dr. Satrio Kav. 18 Jakarta Selatan, Rabu . ( 31/5)

Menurut Fouder & Chairman Indonesia Islamic Travel Communication Forum (IITCF), H. Priyadi Abadi, M.Par mengatakan, Indonesia sebagai negara mayoritas penduduknya Muslim harus lebih maju dibanding dengan negara lain, “Jangan sampai malah justru tertinggal. Bahkan, Indonesia sangat berpotensi menjadi kiblat wisata halal dunia,”

“Travel Muslim di Indonesia memiliki potensi besar untuk melebarkan sayap pada pasar wisata halal (wisata Muslim). Apalagi, dengan mayoritas penduduk Indonesia yang beragama Islam,” tambah Priyadi

Karena itulah, Priyadi mengatakan, Forum Komunikasi Travel Muslim Indonesia menghimbau kepada para penyelenggara travel Muslim untuk tidak fokus pada paket umrah dan haji saja. Namun, juga menggarap paket wisata Muslim.

Mayoritas travel muslim yang ada masih bermain di zona aman, yakni menggarap pasar haji dan umrah. Masih sangat sedikit, kurang dari 20 persen, yang menggarap pasar wisata muslim. Akibatnya, pasar wisata muslim yang prospektif dan potensial ini masih dipegang oleh travel umum,” ujarnya.

“Kita harus mengakomodasi masyarakat kita yang mayoritas Muslim. Kalau mau ke luar negeri maupun dalam negeri, mereka terjaga mengenai shalat dan makanannya, dan itu terbentuk dalam paket wisata Muslim. Mari kita jaga kebutuhan untuk Muslim traveller,” pungkas Chairman IITCF.

Dalam catatan Mastercard-HalalTrip Muslim Millenial Travel Report 2017 (MMTR2017), bahwa perjalanan wisatawan muslim generasi milenial di dunia diprediksi akan terus tumbuh pesat hingga mencapai nilai 100 miliar dollar AS pada tahun 2025. Sementara secara keseluruhan segmen perjalanan muslim diperkirakan akan mencapai 300 miliar dollar AS di tahun 2026.

Sementara data Word Travel and Tourism Council pada tahun 2013, nilai transaksi dari segmen wisata muslim telah mencapai USD 140 miliar dan diperkirakan terus meningkat menjadi USD 238 miliar pada tahun 2019.(Budi Murdani)